AKU BAHAGIA
Bersukacitalah dan bergembira,karena upahmu besar di surga,sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu ( Mateus 5 :12 ).
Kapan orang merasa bahagia ? Ada orang yang merasa bahagia ketika menikah, menerima kehadiran seorang bayi dalam keluarganya, mendapatkan pekerjaan, mendapat rumah baru dan masih banyak lagi. Akan tetapi, ketika kondisi terasa menajdi surut dan gersang orang kehilangan kebagaian dan kesukacitaan. Padahal di masa-masa surut, kesukacitaan dan kebahagian dapat menajdi kekuatan untuk melampaui masa-masa itu.
Kebagaian dan kesukacitaan yang terus di pelihara menolong seseorang punya pengharapan dan keyakinan bahwa masa sulitnya bisa terlampaui. Kebagiaan dan kesukacitaan yang terus di pelihara juga menyakini bahwa Allah bersama-sama dengan mereka yang memberi kekuatan. Kebagaian dan kesukacitaan yang dirasakan terus bisa menajdi berkat bagi orang lain yang bersamanya.
Seperti sebuah ilustrasi, ada satu kampung di Ambon yang namanya Kampung Seri ada sebuah mata air yang mengeluarkan air terus menerus dalam musim apapun.
Banjir melanda sekitarnya, tetapi mata air itu tetap seperti biasanya tidak meluap-luap, musim kemarau yang panjang datang, tetapi mata air itu terus mengeluarkan air tanpa surut sekalipun. Mata air terus menerus mengalirkan air tanpa henti-hentinya. Mata air yang terus mengalir dapat menajdi kebagian dan kesukacitaan bagi orang di sekitarnya. Oh bagia dan sukacitaku.
GKJWU290117
No comments:
Post a Comment